Preloader image

Rita Ancam Tak Akan Teken Pembagian PI Blok Mahaka

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari mengancam tidak akan menandatangani kesepakatan pembagian saham Participating Interest (PI) sebesar 10 persen dalam pengelolaan Blok Mahakam.

Pasalnya, jatah pembagian dari 10 persen, Kukar hanya akan diberi 33,5 persen. Sedangkan Pemprov Kaltim akan mendapatkan 66,5 persen.

?Alasan Rita enggan menandatangani kesepakatan pembagian saham itu, karena selama ini, lokasi Blok Mahakam berada di lokasi Kabupaten Kukar.

"Masa kita yang dapat 33 persen, Kukar selama ini menderita masalah ketimpangan ketidakadilan itu," ungkap Rita memberikan alasan didampingi Sekretaris Golkar Kaltim Abdul Kadir dan Masytah, usai buka puasa bersama sejumlah anak yatim-piatu di Sekretariat DPD I Partai Golkar Kaltim, Jalan Mulawarman, Samarinda, Rabu (21/6/2017).

Dengan pembagian sahan hanya 33,5 persen, Rita mengaku akan meminta pendapat Menteri ESDM.

Bahkan, ia sudah pernah menyampaikan melalui via SMS (Short Massage Service) terkait sikapnya soal pembagian saham Blok Mahakam.

"Pak Menteri (Ignasius Jonan) menyampaikan bahwa, saya pernah SMS beliau, tolong diselesaikan di daerah. Saya sudah selesaikan di daerah, bahwa saya tidak akan tanda tangan. Saya sampaikan begitu," tegasnya.

Dengan sikap itu, Rita kembali menegaskan, ia tetap bersikukuh dengan keputusan dengan kesepakatan sebelumnya 60 persen-40 persen.

Sejak diberlakunya Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016, kesepakatan itu berubah drastis.

Pembagian saham PI Blok Mahakam kini berubah menjadi 66,5 persen dan 33,5 persen, yang disampaikan Satgas Pengembangan Hulu Migas Kaltim.

"Saya tetap bersikukuh terhadap keputusan kesepakatan sebelumnya. Karena pembentukan Satgas itu, sama sekali tidak pernah melibatkan Kukar. Jadi kami terkaget-kaget saja, ada Satgas dan sepihak," ucapnya. (*)

Sumber : Tribun Kaltim (Kamis, 22 Juni 2017)

Dibuat Oleh : Admin

28 Agustus 2017