Preloader image

PetroChina Ikut Incar Blok Mahakam

PROKAL.CO, JAKARTA  -  Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Tiongkok, PetroChina turut meramaikan bursa sebagai rekanan PT Pertamina (Persero) di blok mahakam. Meski begitu, mereka tetap akan menunggu hasil progres negosiasi Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation, yang lebih dulu mendapat penawaran share down hak partisipasi dari operator utama.

Hal tersebut disampaikan Vice President Supply Chain Management & Operation Support PetroChina, Gusminar. Dia mengatakan, target yang diincar perusahaannya di Blok Mahakam sekitar 15 hingga 20 persen.

“Masih pembahasan, belum resmi. Kami bahas belum lama, pekan ini,” katanya di Jakarta, Rabu (10/1).

Meski sudah memiliki gambaran terkait besaran pengajuan hak partisipasi, Gusminar menyebut, besaran porsi itu masih harus dibahas dengan PT Pertamina (Persero). Apalagi, kata dia, saat ini perusahaan pelat merah tersebut masih bernegosiasi dengan Total dan Inpex, yang notabene adalah operator terdahulu.

Gusminar menargetkan, tahun ini sudah ada keputusan mengenai bergabungnya perusahaan mereka dengan Pertamina di Blok Mahakam. “Pertamina sama Total kan masih diskusi, jadi unofficial kami lakukan meeting dulu,” ujarnya.

Pemerintah memang sudah memutuskan PT Pertamina (Persero) menjadi operator dan memberikan 100 persen hak pengelolaan Blok Mahakam, setelah kontrak Total E&P Indonesie di wilayah kerja tersebut berakhir. Namun, pemerintah juga memberikan kesempatan kepada Total bersama Inpex Corporation, jika masih berminat mengelola blok tersebut setelah kontrak berakhir.

Awalnya, ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dipegang Sudirman Said, kedua kontraktor tersebut hanya mendapatkan porsi maksimal 30 persen. Namun, saat Menteri ESDM dijabat Ignasius Jonan hingga saat ini, porsi yang bisa dikelola kedua perusahaan itu naik menjadi maksimal 39 persen.

Kepastian itu berdasarkan surat resmi yang disampaikan melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Meski begitu, mekanismenya tetap melalui proses negosiasi antarperusahaan atau business to business (B to B).

TAK CUMA MAHAKAM

Selain Mahakam, di Kaltim, PetroChina juga disebut masuk bursa calon operator Blok East Kalimantan dan Attaka, di perairan Balikpapan-Penajam Paser utara. Kedua blok itu, sebelumnya ditangani Chevron Indonesia Company. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut sudah memastikan enggan melanjutkan produksi, dan angkat kaki Oktober tahun ini.

Kabar tersebut disampaikan Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional Chevron Indonesia (SPNCI) Farlistiono. Pertamina yang sempat menyatakan bakal mengambil alih dua blok tersebut, kata dia, belakangan mulai mengindikasikan untuk mundur.

“Memang ada kabar PetroChina yang mau masuk. Mereka serius. Tapi, kita tentu lebih senang kalau yang kelola Pertamina,” ungkapnya kepada Kaltim Post, beberapa waktu lalu.

Alasannya, kata Farlis, andil perusahaan nasional akan turut memperbesar dampak ekonomi dari produksi blok tersebut untuk negara. Di sisi lain, dia mengkhawatirkan, keterlibatan perusahaan asing bisa saja mengubah sistem produksi dan distribusi migas di wilayah kerja Kaltim.

“Kalau mau ubah jalur distribusi, itu dampaknya luas. Bisa ke mana-mana. Kalau yang pegang nanti asing lagi, bukan tak mungkin itu bisa terjadi. Sistem distribusi energi bisa terganggu. Bahaya untuk industri yang lain,” terangnya. (man2/k15)

Sumber : Kaltim Post (Sabtu, 13 Januari 2018)

Dibuat Oleh : Admin

15 Maret 2018