Preloader image

Blok Mahakam Berproduksi di Atas Target

PROKAL.CO, JAKARTA - Menjadi operator di Blok Mahakam, PT Pertamina (Persero) langsung menaikkan target produksi minyak dan gas bumi (migas) tahun ini. Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018, perseroan mematok angka 930 ribu barel setara minyak per hari (bsmph), atau lebih besar 34 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.

Sepanjang 2017 lalu, Pertamina membukukan produksi migas 693 ribu bsmph di seluruh wilayah kerjanya di Indonesia. Adapun target 930 ribu bsmph tahun ini, akan dikejar dengan proyeksi produksi 400 ribu barel per hari (bph). Tingkat produksi itu meningkat dari realisasi 2017 yang mencapai 342 ribu bph.

Sementara untuk produksi gas, perusahaan pelat merah itu memasang target lebih tinggi, 3.069 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Tahun lalu, produksi gas hanya 2.036 mmscfd.

Masuknya Blok Mahakam dalam daftar pengelolaan, memang membuat target kinerja Pertamina melonjak cukup signifikan. Produksi minyak dari pesisir Kutai Kartanegara itu, tahun ini disebut bisa mencapai 49 ribu barel per hari (bph). Sementara gas 1.008 mmscfd.

“Kenaikan minyak tahun ini dari Pertamina Hulu Indonesia. Anak perusahaan hulu yang mengelola Blok Mahakam,” jelas Senior Vice President Upstream Strategic Planning and Operation Evaluation Pertamina Meidawati, Senin (22/1).

Mengacu data Pertamina dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VII DPR, Kamis (18/1) lalu, tercatat rata-rata produksi minyak dari Blok Mahakam sejak 1-15 Januari 2018 ada di angka 50 ribu bph. Capaian itu lebih besar dibandingkan target yang sudah dipatok RKAP 2018, di level 42,01 ribu bph.

Adapun produksi gas dari Blok Mahakam sejak 1 Januari 2018 sampai 15 Januari 2018 sebesar 1.040 mmscfd. Angka itu juga lebih tinggi dari target tahun ini, 916 mmscfd.

Selain Mahakam, Meidawati menyebut, produksi migas Pertamina tahun ini juga akan ditopang dari beberapa aset lain. Salah satunya dari blok migas yang dikelola anak usaha Pertamina, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) di Aljazair sebesar 16 ribu bph untuk minyak, dan gas sebesar 64 mmscfd.

Selain itu, ada kontribusi dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) seperti di Blok ONWJ dan Pertamina EP Cepu (PEPC) di Blok Cepu. “Ada dari PIEP, PHE, dan PEPC,” jelasnya. (int/kdt/man/k15)

Sumber : Kaltim Post (Selasa, 23 Januari 2018)

Dibuat Oleh : Admin

15 Maret 2018