Preloader image

Produksi Blok Mahakam Terus Menurun Secara Alami

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Produksi minyak dan gas (migas) di Blok Mahakam tak mungkin meningkat.

Hal ini diungkapkan Head Departemen East Kalimantan District External Relations, Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Visnu C Bhawono, Selasa (13/3/2018), di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim.

Visnu menuturkan, Blok Mahakam sudah dieksploitasi sejak 1970.

Cadangannya pun terus menipis.

Sampai saat ini, kata Visnu, belum ditemukan terobosan maupun cadangan baru.

"Tentu saja ada penurunan. Saya sampaikan berulang-ulang tidak mungkin ada kenaikan," kata Visnu.

Di 2018 ini, PHM diberi target produksi sekitar 984 juta kaki kubik gas (MMscfd), dan 42,1 kbopd likuid.

"Target itu yang memberikan Negara, melalui SKK Migas. Kami menerima dengan pertimbangan cadangan dan yang bisa kami kerjakan," kata Visnu.

Target demikian, lebih rendah dibanding target produksi Blok Mahakam 2017 lalu, saat masih dikelola Total E&P Indonesia (TEPI).

"Ada penurunan sekitar 10-20 persen. Dan itu natural. Tidak ada penambahan, pasti produksi menurun. Karena ini energi yang tidak terbarukan," katanya lagi.

Yang saat ini dilakukan PHM, kata Visnu, adalah mencegah penurunan produksi secara ekstrem.
 
"Kita usahakan grafik penurunan itu selandai mungkin. Supaya, produksi di Blok Mahakam bisa sepanjang mungkin dan bisa terus berkontribusi untuk Kaltim, melalui skema dana bagi hasil," tutur Visnu. (*)
 
Sumber : Tribun Kaltim (Selasa, 13 Maret 2018)

Dibuat Oleh : Admin

15 Maret 2018