Pemberian Bantuan Alat Laboratorium Microbiological Safety Cabinet atau Biological Safety Cabinet (BSC) Class II Tipe A2 dan Reagen Kit
Press Release
30 June 2020
Pemberian Bantuan Alat Laboratorium Microbiological Safety Cabinet atau Biological Safety Cabinet (BSC) Class II Tipe A2 dan Reagen Kit

SAMARINDA – Pemprov Kaltim menyerahkan bantuan Alat Laboratorium Microbiological Safety Cabinet atau Biological Safety Cabinet (BSC) Class II Tipe A2 dan Reagen Kit kepada Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur di Gedung FK Unmul, Gunung Kelua, Kamis (25/6).
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Hadi Mulyadi didampingi Dirut PT Migas Mandiri Pratama (MMP) Wahyu Setiaji kepada Rektor Unmul Prof Dr H Masjaya didampingi Dekan FK Unmul Dr Ika Fikria.

Bantuan tersebut merupakan dukungan dari PT Migas Mandiri Pratama (MMP) BUMD Provinsi Kaltim kepada FK Unmul. “Pemprov Kaltim berterimakasih kepada PT MMP yang telah membantu alat Biological Safety Cabinet Class II Tipe A2 dan Reagen Kit kepada Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman melalui CSR mereka,” kata Hadi Mulyadi usai penyerahan bantuan.

Hadi mengatakan alat ini akan membantu Pemprov Kaltim untuk mengetahui hasil tes swab melalui laboratorium FK Unmul. Alat ini merupakan pendukung komponen utama dari Polymerase Chain Reaction (PCR) yang berfungsi memeriksa amplifikasi asam nukleat virus dengan teknologi yang dapat mengetahui ada atau tidaknya genotipe virus.

“Kami berharap hasil tes swab Covid-19 di kabupaten/kota bisa diketahui hasilnya melalui alat tersebut,” harap Hadi. Dekan FK Unmul Ika Fikria didampingi Dosen Mikrobiologi dr Yadi menjelaskan alat tersebut baru bisa dioperasikan sekitar dua hingga tiga minggu ke depan.

“Kami bersyukur dan berterimakasih kepada Pemprov Kaltim dan Perusda MMP yang telah membantu alat untuk uji tes swab Covid-19. Tetapi kami harus optimalisasi alat dulu sebelum mengetahui sample yang diberikan,” jelasnya. Alat tersebut dapat mengetahui hasil sample yang dites maksimal sebanyak 180 sample per hari atau dalam empat jam bisa menguji sebanyak 90 sample. (jay/sul/adv/beb)

Sumber : Sapos.co.id